Data utama (bebas dikutip)
| Item | Angka referensi |
|---|---|
| Yang paling penting | Bukan definisi istilah, melainkan batas kewajibannya. Empat pertanyaan: siapa mengurus bea cukai ekspor, siapa membayar angkutan utama, siapa membeli asuransi, dan di tahap mana risiko berpindah. |
| Titik risiko dan titik biaya bisa terpisah | Inilah sumber sebagian besar kesalahpahaman. Pada CIF, penjual membayar angkutan sampai pelabuhan tujuan, tetapi risiko sudah berpindah saat barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal. |
| Kelompok F | FCA, FOB dan sejenisnya: risiko berpindah saat barang diserahkan kepada pengangkut atau saat dimuat ke kapal. Angkutan utama menjadi beban pembeli. |
| Kelompok C | CIF, CIP dan sejenisnya: penjual membayar angkutan utama dan asuransi, tetapi risiko tetap berpindah pada tahap pengapalan di pelabuhan asal. |
| Kelompok D | DAP, DDP dan sejenisnya: risiko baru berpindah saat barang diserahkan di tempat tujuan. |
| Batas yang paling sering salah dibaca | Pada CIF yang dianggap “penjual menanggung sampai selesai”, padahal risiko sudah berpindah di pelabuhan asal; dan pada DDP yang dianggap hanya menambah satu jenis pajak, padahal prosedur bea cukai impor juga menjadi beban penjual. |
| Dampak pada nilai pabean | Istilah wajib dicantumkan di faktur karena menentukan titik awal perhitungan nilai pabean: kelompok FOB tidak memuat angkutan dan asuransi, kelompok CIF/CIP sudah memuat keduanya, kelompok DAP umumnya memuat biaya sampai tujuan. |
| Rujukan waktu | Diperiksa terhadap aturan yang berlaku pada 2026-10-08. Teks istilah mengikuti Incoterms 2020; rincian tiap butir mengacu pada teks resmi. |
Nilai referensi untuk kondisi normal (dokumen lengkap, tanpa pemeriksaan, di luar musim jalur merah). Angka aktual mengikuti pengumuman carrier dan bea cukai terbaru. Diperbarui 2026-10-08.
Ringkasan
- Menghafal definisi istilah tidak menolong; yang menolong adalah melihat batas kewajibannya. Empat pertanyaan sudah cukup: siapa mengurus bea cukai ekspor, siapa membayar angkutan utama, siapa membeli asuransi, dan di tahap mana risiko berpindah.
- Titik perpindahan risiko dan titik penanggungan biaya sering tidak berada di tempat yang sama — itulah sumber sebagian besar kesalahpahaman. CIF adalah contoh paling jelas: penjual membayar angkutan sampai pelabuhan tujuan, sementara risiko sudah berpindah saat barang dimuat ke kapal.
- Halaman ini hanya melakukan dua hal: menyusun kewajiban istilah yang paling sering dipakai ke dalam tabel, dan membedah tiga pasangan yang paling mudah tertukar. Hubungan istilah dengan empat bentuk penyerahan dibahas di halaman layanan door to door.
Hanya satu garis yang perlu diperhatikan: di mana risiko berpindah
Prinsipnya sederhana tetapi sering dilewatkan: biaya dan risiko bukan hal yang sama. Menempatkan keduanya pada satu garis waktu membuat perbedaan itu langsung terlihat.
Bayangkan seluruh rantai dalam satu garis lurus: pabrik → angkutan darat → pelabuhan asal → pelayaran → pelabuhan tujuan → bea cukai impor → tempat tujuan. Setiap istilah hanya menandai dua titik pada garis itu: titik batas biaya dan titik batas risiko.
- Titik batas biaya menentukan pengeluaran mana yang menjadi beban siapa; titik batas risiko menentukan siapa menanggung bila barang rusak. Keduanya bisa berimpit, bisa juga terpisah.
- Titik batas risiko umumnya lebih ke hulu. Artinya, penjual mungkin sudah membayar biaya tahap berikutnya, tetapi tidak lagi menanggung risikonya.
- Kelompok F (FCA, FOB) berisiko berpindah saat barang diserahkan kepada pengangkut atau dimuat ke kapal; kelompok C (CIF, CIP) membebankan angkutan utama dan asuransi pada penjual, tetapi risikonya tetap berpindah pada tahap pengapalan; kelompok D (DAP, DDP) baru berpindah saat penyerahan di tujuan.
- Satu disiplin kerja: untuk menilai tanggung jawab, tanyakan lebih dulu “sampai titik mana risiko menjadi beban penjual”, lalu “sampai titik mana biaya menjadi beban penjual”. Keduanya harus punya jawaban.
Tabel kewajiban empat istilah yang paling sering dipakai
Tabel berikut membandingkan empat istilah yang paling sering muncul pada impor Indonesia. Untuk istilah di luar tabel, kaidahnya dibaca dengan cara yang sama: cari batas biaya dan batas risikonya.
| Butir kewajiban | FOB (bebas di atas kapal) | CIF (biaya, asuransi, angkutan) | CIP (angkutan dan asuransi dibayar sampai) | DAP (diserahkan di tempat) |
|---|---|---|---|---|
| Bea cukai ekspor | Penjual | Penjual | Penjual | Penjual |
| Muat ke kapal / serah ke pengangkut | Penjual | Penjual | Penjual (serah ke pengangkut pertama) | Penjual |
| Angkutan utama (segmen pelayaran) | Pembeli | Penjual | Penjual | Penjual |
| Asuransi pengangkutan barang | Diatur pembeli sendiri | Penjual menutup asuransi, lazimnya jenis jaminan minimum | Penjual menutup asuransi dengan cakupan yang lebih luas | Diatur penjual sendiri, tidak wajib |
| Titik perpindahan risiko | Saat dimuat ke kapal | Saat dimuat ke kapal (titik sama dengan FOB) | Saat diserahkan ke pengangkut pertama | Saat siap dibongkar di tempat tujuan yang ditentukan |
| Bea cukai impor | Pembeli | Pembeli | Pembeli | Pembeli |
| Pembongkaran dan biaya di tujuan | Pembeli | Pembeli (kebiasaan pembongkaran masih diperdebatkan) | Pembeli (sama seperti CIF) | Menurut kesepakatan, umumnya dibebankan pembeli setelah penyerahan |
Perbedaan DDP dengan DAP terletak pada “siapa yang mengurus bea cukai impor dan menanggung pajak impornya”. Rincian operasional serta susunan biaya DDP dibahas di halaman jasa impor borongan; halaman ini hanya membandingkan kewajiban pada tingkat istilah.
Tiga pasangan yang paling mudah tertukar
| Pasangan | Di mana bedanya | Satu patokan untuk memutuskan |
|---|---|---|
| FOB dan FCA | Batas risiko FOB adalah “dimuat ke kapal” dan cocok untuk pelayaran; batas FCA adalah “diserahkan kepada pengangkut” dan cocok untuk berbagai moda | Barang diserahkan di atas kapal, atau di tangan pengangkut? Untuk barang kontainer, FCA umumnya lebih tepat |
| CIF dan CIP | Keduanya membebankan angkutan utama dan asuransi pada penjual; bedanya pada moda yang dicakup dan luas cakupan asuransi — CIF untuk pelayaran, CIP untuk berbagai moda dengan cakupan asuransi lebih luas | Pengiriman ini murni pelayaran, atau mungkin multimoda? |
| DAP dan DDP | Risiko keduanya berpindah saat penyerahan di tujuan; bedanya pada siapa yang mengurus bea cukai impor dan menanggung pajak impor — DAP dibebankan pembeli, DDP dibebankan penjual | Bea cukai impor dan pajak impor menjadi beban siapa? Satu pertanyaan sudah memisahkannya |
Mencocokkan istilah dengan dokumen
- Istilah wajib dicantumkan di faktur. Istilah menentukan bagaimana nilai pabean dihitung: kelompok FOB tidak memuat angkutan dan asuransi, kelompok CIF/CIP sudah memuat keduanya, kelompok DAP umumnya memuat biaya sampai tujuan.
- Klausul angkutan pada bill of lading harus sejalan dengan istilah. Penulisan freight prepaid atau freight collect harus konsisten dengan “siapa yang membayar angkutan utama”; bila terbalik, akan timbul sengketa biaya di pelabuhan tujuan.
- Dokumen asuransi harus sesuai istilah. Pada istilah yang menempatkan asuransi pada penjual, tertanggung, jenis jaminan, dan periode pertanggungan pada polis harus mencakup rentang risiko yang ditanggung penjual.
- Istilah hanya menentukan batas biaya dan risiko antara penjual dan pembeli, bukan siapa pemilik dokumen pabean. Kepemilikan dokumen pabean ditentukan oleh “nama siapa yang dipakai untuk bea cukai” — itu dua hal berbeda, jangan dicampur.
- Bila satu pengiriman memakai beberapa istilah, faktur harus ditulis per baris, bukan digabung dalam satu baris.
Titik henti yang sering terjadi
| Titik henti | Kenapa keliru | Pemahaman yang benar |
|---|---|---|
| Menganggap CIF berarti penjual menanggung sampai selesai | Menukar penanggungan biaya dengan penanggungan risiko | Pada CIF risiko tetap berpindah saat barang dimuat ke kapal |
| Menganggap DDP hanya menambah satu jenis pajak | Melupakan bahwa prosedur bea cukai impor juga menjadi beban penjual | DDP memuat bea cukai impor dan pajak impornya |
| Memakai FOB untuk barang kontainer multimoda | Titik batas FOB adalah “dimuat ke kapal” | Barang kontainer umumnya lebih tepat memakai FCA |
| Faktur tidak mencantumkan istilah | Susunan nilai pabean menjadi tidak bisa dinilai | Faktur wajib mencantumkan istilah transaksi |
| Istilah dan klausul angkutan B/L saling bertentangan | Freight prepaid/collect tidak sejalan dengan istilah | Selaraskan keduanya berdasarkan “siapa membayar angkutan utama” |
| Bea cukai impor dianggap bagian otomatis dari istilah | Istilah hanya mengatur batas biaya dan risiko antara penjual dan pembeli | Kepemilikan dokumen pabean ditentukan oleh nama yang dipakai untuk bea cukai |
Tiga hal yang harus dilakukan setelah istilah dipilih
- Tuliskan titik batas risiko dan titik batas biaya secara terpisah dalam kesepakatan, jangan hanya mencantumkan singkatan istilahnya.
- Cantumkan istilah di faktur dan selaraskan dengan klausul angkutan pada bill of lading, agar kaidah dokumennya konsisten.
- Bila menyangkut bea cukai impor dan siapa yang menanggung pajak impor, jelaskan lingkup tanggung jawabnya sudah pada tahap penawaran — jangan menunggu sampai di pelabuhan tujuan.
Halaman terkait
Halaman ini disusun dari praktik lapangan impor Indonesia dan aturan terbuka, dan hanya untuk referensi bisnis—bukan merupakan nasihat hukum, kepabeanan, atau biaya. Ketentuan kepabeanan, tarif, dan persyaratan izin terus berubah, sehingga yang berlaku adalah peraturan terbaru serta hasil pemeriksaan resmi. Wuhan Freedom International Logistics Co., Ltd. · PPJK berlisensi di Indonesia · Jakarta / Semarang / Wuhan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Ada berapa istilah dalam Incoterms 2020?
Teks aturannya memuat beberapa kelompok istilah yang dibedakan menurut moda angkutan dan titik perpindahan risiko. Yang paling sering dipakai untuk ekspor ke Indonesia adalah FOB, CIF, CIP, DAP, dan DDP. Halaman ini hanya membandingkan kewajiban dan membedah pasangan yang mudah tertukar, bukan mengulang definisi satu per satu; butir-butir rincinya mengacu pada teks resmi.
Apakah risiko dan biaya berpindah pada titik yang sama?
Belum tentu. Inilah bagian yang paling sering disalahpahami. Kelompok C adalah contoh khasnya: penjual menanggung angkutan utama dan biaya asuransi, tetapi risiko sudah berpindah pada tahap pengapalan di pelabuhan asal. Karena itu saat menilai tanggung jawab, tanyakan “sampai titik mana biaya” dan “sampai titik mana risiko” secara terpisah.
Apa perbedaan FOB dan FCA?
Perbedaan utamanya pada titik batas risiko: batas FOB adalah “dimuat ke kapal” dan cocok untuk pelayaran; batas FCA adalah “diserahkan kepada pengangkut” dan cocok untuk berbagai moda. Barang kontainer umumnya diserahkan kepada pengangkut di terminal, sehingga FCA lebih dekat dengan praktik sebenarnya.
Apa perbedaan CIF dan CIP?
Keduanya menempatkan angkutan utama dan asuransi pada penjual; bedanya pada lingkup moda dan luas cakupan asuransi: CIF ditujukan untuk pelayaran, sedangkan CIP mencakup berbagai moda dengan tuntutan cakupan asuransi yang lebih luas. Pilihannya bergantung pada apakah pengiriman ini murni pelayaran atau mungkin multimoda.
Apa perbedaan DAP dan DDP?
Risiko keduanya berpindah saat penyerahan di tempat tujuan; bedanya pada siapa yang mengurus bea cukai impor dan menanggung pajak impor: DAP menempatkan prosedur dan pajak impor pada pembeli, DDP pada penjual. Dalam kontrak, mencantumkan singkatan istilah saja tidak cukup; kedua hal itu sebaiknya ditulis terpisah.
Bisakah istilah menentukan siapa pemilik dokumen pabean?
Tidak. Istilah hanya menentukan batas biaya dan risiko antara penjual dan pembeli; kepemilikan dokumen pabean dan siapa yang menjadi subjek pemberitahuan impor ditentukan oleh “nama siapa yang dipakai untuk bea cukai”. Keduanya sering dicampur dalam praktik, sehingga sebaiknya dijelaskan terpisah pada tahap penawaran.
Apakah istilah perdagangan perlu dicantumkan di faktur?
Perlu. Istilah menentukan bagaimana nilai pabean dihitung (apakah sudah memuat angkutan dan asuransi) dan menjadi dasar penting pemberitahuan. Tanpa istilah di faktur, susunan harga menjadi tidak bisa dinilai. Bila satu pengiriman memuat beberapa istilah, penulisannya harus per baris.
Apa akibatnya bila istilah dipilih keliru?
Masalahnya muncul di dua tempat: pada dokumen (faktur dan klausul angkutan B/L tidak sejalan) dan pada biaya (siapa membayar angkutan dan asuransi, siapa mengurus bea cukai impor menjadi sengketa). Kedua jenis masalah itu biasanya baru muncul di pelabuhan tujuan, dengan biaya penanganan yang jauh lebih tinggi daripada membicarakannya sebelum pengiriman.
Pertanyaan utama di halaman ini, bebas dikutip.
Sumber resmi
Kanal resmi yang dapat diverifikasi sendiri. Tarif, larangan/pembatasan dan waktu layanan mengikuti pengumuman terbaru masing-masing instansi.
- International Chamber of Commerce (ICC) — Incoterms 2020 — Aturan resmi istilah perdagangan dan pembagian risiko
- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) — Proses kepabeanan, pengajuan PIB dan aturan customs
- Pencarian tarif online INSW (BTKI) — Cek bea masuk, PPN, PPh dan larangan/pembatasan berdasarkan kode HS