Beranda / Layanan / Incoterms 2020

Incoterms 2020: Tabel Kewajiban dan Tiga Pasangan yang Sering Tertukar

Menghafal definisi istilah tidak banyak menolong; yang berguna adalah melihat batas kewajibannya. Empat pertanyaan sudah cukup untuk menilai satu istilah: siapa mengurus bea cukai ekspor, siapa membayar angkutan utama, siapa membeli asuransi, dan di tahap mana risiko berpindah dari penjual ke pembeli.

Diperbarui 8 Oktober 2026Berlaku untuk istilah perdaganganPPJK berlisensi di Indonesia

Data utama (bebas dikutip)

ItemAngka referensi
Yang paling pentingBukan definisi istilah, melainkan batas kewajibannya. Empat pertanyaan: siapa mengurus bea cukai ekspor, siapa membayar angkutan utama, siapa membeli asuransi, dan di tahap mana risiko berpindah.
Titik risiko dan titik biaya bisa terpisahInilah sumber sebagian besar kesalahpahaman. Pada CIF, penjual membayar angkutan sampai pelabuhan tujuan, tetapi risiko sudah berpindah saat barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal.
Kelompok FFCA, FOB dan sejenisnya: risiko berpindah saat barang diserahkan kepada pengangkut atau saat dimuat ke kapal. Angkutan utama menjadi beban pembeli.
Kelompok CCIF, CIP dan sejenisnya: penjual membayar angkutan utama dan asuransi, tetapi risiko tetap berpindah pada tahap pengapalan di pelabuhan asal.
Kelompok DDAP, DDP dan sejenisnya: risiko baru berpindah saat barang diserahkan di tempat tujuan.
Batas yang paling sering salah dibacaPada CIF yang dianggap “penjual menanggung sampai selesai”, padahal risiko sudah berpindah di pelabuhan asal; dan pada DDP yang dianggap hanya menambah satu jenis pajak, padahal prosedur bea cukai impor juga menjadi beban penjual.
Dampak pada nilai pabeanIstilah wajib dicantumkan di faktur karena menentukan titik awal perhitungan nilai pabean: kelompok FOB tidak memuat angkutan dan asuransi, kelompok CIF/CIP sudah memuat keduanya, kelompok DAP umumnya memuat biaya sampai tujuan.
Rujukan waktuDiperiksa terhadap aturan yang berlaku pada 2026-10-08. Teks istilah mengikuti Incoterms 2020; rincian tiap butir mengacu pada teks resmi.

Nilai referensi untuk kondisi normal (dokumen lengkap, tanpa pemeriksaan, di luar musim jalur merah). Angka aktual mengikuti pengumuman carrier dan bea cukai terbaru. Diperbarui 2026-10-08.

Ringkasan

Hanya satu garis yang perlu diperhatikan: di mana risiko berpindah

Prinsipnya sederhana tetapi sering dilewatkan: biaya dan risiko bukan hal yang sama. Menempatkan keduanya pada satu garis waktu membuat perbedaan itu langsung terlihat.

Bayangkan seluruh rantai dalam satu garis lurus: pabrik → angkutan darat → pelabuhan asal → pelayaran → pelabuhan tujuan → bea cukai impor → tempat tujuan. Setiap istilah hanya menandai dua titik pada garis itu: titik batas biaya dan titik batas risiko.

Tabel kewajiban empat istilah yang paling sering dipakai

Tabel berikut membandingkan empat istilah yang paling sering muncul pada impor Indonesia. Untuk istilah di luar tabel, kaidahnya dibaca dengan cara yang sama: cari batas biaya dan batas risikonya.

Butir kewajibanFOB (bebas di atas kapal)CIF (biaya, asuransi, angkutan)CIP (angkutan dan asuransi dibayar sampai)DAP (diserahkan di tempat)
Bea cukai eksporPenjualPenjualPenjualPenjual
Muat ke kapal / serah ke pengangkutPenjualPenjualPenjual (serah ke pengangkut pertama)Penjual
Angkutan utama (segmen pelayaran)PembeliPenjualPenjualPenjual
Asuransi pengangkutan barangDiatur pembeli sendiriPenjual menutup asuransi, lazimnya jenis jaminan minimumPenjual menutup asuransi dengan cakupan yang lebih luasDiatur penjual sendiri, tidak wajib
Titik perpindahan risikoSaat dimuat ke kapalSaat dimuat ke kapal (titik sama dengan FOB)Saat diserahkan ke pengangkut pertamaSaat siap dibongkar di tempat tujuan yang ditentukan
Bea cukai imporPembeliPembeliPembeliPembeli
Pembongkaran dan biaya di tujuanPembeliPembeli (kebiasaan pembongkaran masih diperdebatkan)Pembeli (sama seperti CIF)Menurut kesepakatan, umumnya dibebankan pembeli setelah penyerahan

Perbedaan DDP dengan DAP terletak pada “siapa yang mengurus bea cukai impor dan menanggung pajak impornya”. Rincian operasional serta susunan biaya DDP dibahas di halaman jasa impor borongan; halaman ini hanya membandingkan kewajiban pada tingkat istilah.

Tiga pasangan yang paling mudah tertukar

PasanganDi mana bedanyaSatu patokan untuk memutuskan
FOB dan FCABatas risiko FOB adalah “dimuat ke kapal” dan cocok untuk pelayaran; batas FCA adalah “diserahkan kepada pengangkut” dan cocok untuk berbagai modaBarang diserahkan di atas kapal, atau di tangan pengangkut? Untuk barang kontainer, FCA umumnya lebih tepat
CIF dan CIPKeduanya membebankan angkutan utama dan asuransi pada penjual; bedanya pada moda yang dicakup dan luas cakupan asuransi — CIF untuk pelayaran, CIP untuk berbagai moda dengan cakupan asuransi lebih luasPengiriman ini murni pelayaran, atau mungkin multimoda?
DAP dan DDPRisiko keduanya berpindah saat penyerahan di tujuan; bedanya pada siapa yang mengurus bea cukai impor dan menanggung pajak impor — DAP dibebankan pembeli, DDP dibebankan penjualBea cukai impor dan pajak impor menjadi beban siapa? Satu pertanyaan sudah memisahkannya

Mencocokkan istilah dengan dokumen

Titik henti yang sering terjadi

Titik hentiKenapa keliruPemahaman yang benar
Menganggap CIF berarti penjual menanggung sampai selesaiMenukar penanggungan biaya dengan penanggungan risikoPada CIF risiko tetap berpindah saat barang dimuat ke kapal
Menganggap DDP hanya menambah satu jenis pajakMelupakan bahwa prosedur bea cukai impor juga menjadi beban penjualDDP memuat bea cukai impor dan pajak impornya
Memakai FOB untuk barang kontainer multimodaTitik batas FOB adalah “dimuat ke kapal”Barang kontainer umumnya lebih tepat memakai FCA
Faktur tidak mencantumkan istilahSusunan nilai pabean menjadi tidak bisa dinilaiFaktur wajib mencantumkan istilah transaksi
Istilah dan klausul angkutan B/L saling bertentanganFreight prepaid/collect tidak sejalan dengan istilahSelaraskan keduanya berdasarkan “siapa membayar angkutan utama”
Bea cukai impor dianggap bagian otomatis dari istilahIstilah hanya mengatur batas biaya dan risiko antara penjual dan pembeliKepemilikan dokumen pabean ditentukan oleh nama yang dipakai untuk bea cukai

Tiga hal yang harus dilakukan setelah istilah dipilih

Halaman terkait

Halaman ini disusun dari praktik lapangan impor Indonesia dan aturan terbuka, dan hanya untuk referensi bisnis—bukan merupakan nasihat hukum, kepabeanan, atau biaya. Ketentuan kepabeanan, tarif, dan persyaratan izin terus berubah, sehingga yang berlaku adalah peraturan terbaru serta hasil pemeriksaan resmi. Wuhan Freedom International Logistics Co., Ltd. · PPJK berlisensi di Indonesia · Jakarta / Semarang / Wuhan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Ada berapa istilah dalam Incoterms 2020?

Teks aturannya memuat beberapa kelompok istilah yang dibedakan menurut moda angkutan dan titik perpindahan risiko. Yang paling sering dipakai untuk ekspor ke Indonesia adalah FOB, CIF, CIP, DAP, dan DDP. Halaman ini hanya membandingkan kewajiban dan membedah pasangan yang mudah tertukar, bukan mengulang definisi satu per satu; butir-butir rincinya mengacu pada teks resmi.

Apakah risiko dan biaya berpindah pada titik yang sama?

Belum tentu. Inilah bagian yang paling sering disalahpahami. Kelompok C adalah contoh khasnya: penjual menanggung angkutan utama dan biaya asuransi, tetapi risiko sudah berpindah pada tahap pengapalan di pelabuhan asal. Karena itu saat menilai tanggung jawab, tanyakan “sampai titik mana biaya” dan “sampai titik mana risiko” secara terpisah.

Apa perbedaan FOB dan FCA?

Perbedaan utamanya pada titik batas risiko: batas FOB adalah “dimuat ke kapal” dan cocok untuk pelayaran; batas FCA adalah “diserahkan kepada pengangkut” dan cocok untuk berbagai moda. Barang kontainer umumnya diserahkan kepada pengangkut di terminal, sehingga FCA lebih dekat dengan praktik sebenarnya.

Apa perbedaan CIF dan CIP?

Keduanya menempatkan angkutan utama dan asuransi pada penjual; bedanya pada lingkup moda dan luas cakupan asuransi: CIF ditujukan untuk pelayaran, sedangkan CIP mencakup berbagai moda dengan tuntutan cakupan asuransi yang lebih luas. Pilihannya bergantung pada apakah pengiriman ini murni pelayaran atau mungkin multimoda.

Apa perbedaan DAP dan DDP?

Risiko keduanya berpindah saat penyerahan di tempat tujuan; bedanya pada siapa yang mengurus bea cukai impor dan menanggung pajak impor: DAP menempatkan prosedur dan pajak impor pada pembeli, DDP pada penjual. Dalam kontrak, mencantumkan singkatan istilah saja tidak cukup; kedua hal itu sebaiknya ditulis terpisah.

Bisakah istilah menentukan siapa pemilik dokumen pabean?

Tidak. Istilah hanya menentukan batas biaya dan risiko antara penjual dan pembeli; kepemilikan dokumen pabean dan siapa yang menjadi subjek pemberitahuan impor ditentukan oleh “nama siapa yang dipakai untuk bea cukai”. Keduanya sering dicampur dalam praktik, sehingga sebaiknya dijelaskan terpisah pada tahap penawaran.

Apakah istilah perdagangan perlu dicantumkan di faktur?

Perlu. Istilah menentukan bagaimana nilai pabean dihitung (apakah sudah memuat angkutan dan asuransi) dan menjadi dasar penting pemberitahuan. Tanpa istilah di faktur, susunan harga menjadi tidak bisa dinilai. Bila satu pengiriman memuat beberapa istilah, penulisannya harus per baris.

Apa akibatnya bila istilah dipilih keliru?

Masalahnya muncul di dua tempat: pada dokumen (faktur dan klausul angkutan B/L tidak sejalan) dan pada biaya (siapa membayar angkutan dan asuransi, siapa mengurus bea cukai impor menjadi sengketa). Kedua jenis masalah itu biasanya baru muncul di pelabuhan tujuan, dengan biaya penanganan yang jauh lebih tinggi daripada membicarakannya sebelum pengiriman.

Pertanyaan utama di halaman ini, bebas dikutip.

Sumber resmi

Kanal resmi yang dapat diverifikasi sendiri. Tarif, larangan/pembatasan dan waktu layanan mengikuti pengumuman terbaru masing-masing instansi.