Panduan kepatuhan

Cara mengisi daftar pengemasan agar tidak ditolak: kolom dan aturan keselarasan

Cara mengisi daftar pengemasan agar tidak ditolak: aturan keselarasan jumlah kontainer, jumlah packages, berat kotor, berat bersih, volume, dan shipping mark, cara setiap kolom menjawab invoice komersial, serta masalah daftar pengemasan yang dikembalikan bea cukai Indonesia beserta cara memperbaikinya.

  • Kolom wajib, satu per satu
  • Masalah umum dan cara memperbaikinya
  • Aturan kerja, diperiksa 2026-09-22

Data utama (bebas dikutip)

Jakarta (Tanjung Priok) clearance biasa2–4 hari kerjadokumen lengkap, tanpa pemeriksaan
Jakarta pemeriksaan (lampu kuning)3 + 73 hari kerja biasa + 7 hari kerja pemeriksaan
Jakarta lampu merah3 + 103 hari kerja biasa + 10 hari kerja penanganan
Pengiriman ke pulau luar5–10 haritermasuk leg lanjutan
Semarang (Tanjung Emas) clearance biasa2–4 hari kerjadokumen lengkap, tanpa pemeriksaan
Surabaya (Tanjung Perak) clearance biasa2–4 hari kerjadokumen lengkap, tanpa pemeriksaan
PIB submit sampai rilis SPPB1–3hari kerja
Tingkat pemeriksaan impor (rentang empiris)10–20% / 3–5%sekitar 10-20% lampu kuning, sekitar 3-5% lampu merah (bukan statistik resmi)

Nilai di atas untuk kondisi biasa, yaitu dokumen lengkap, tanpa pemeriksaan, dan bukan periode lampu merah. Pengumuman terkini carrier dan bea cukai yang berlaku. Data diperiksa 2026-09-27.

Jawaban singkat

Daftar pengemasan menjawab tiga pertanyaan: barangnya ada di mana, jumlahnya berapa, dan beratnya berapa.

Inilah yang dipakai bea cukai untuk memeriksa barang fisik, menghitung daya angkut, dan menilai apakah isinya sesuai dengan invoice.

Kesalahan yang paling sering adalah menganggap jumlah kontainer dan jumlah packagessebagai satu hal yang sama. Jumlah kontainer adalah jumlah kemasan luar; jumlah packages adalah jumlah unit di dalamnya.

Kedua kolom ini wajib ada, dan keduanya harus sesuai dengan dasar jumlah yang dipakai pada invoice komersial.

Ada satu aturan lagi: setiap angka pada daftar pengemasan harus punya pasangan di invoice komersial atau berita muat.

Angka yang tidak punya pasangan adalah angka yang akan ditanyakan.

1. Sembilan kolom wajib pada daftar pengemasan

Kolom Apa yang ditulis Harus cocok dengan
Nomor dan tanggal invoice Nomor yang sama dengan invoice komersial Invoice komersial
Konsignee Sama dengan konsignee pada berita muat Berita muat dan invoice
Shipping mark (tanda) Mark utama ditambah rentang nomor kontainer Foto kemasan luar dan dokumen berita muat
Nama barang Uraian dan tingkat detail yang sama dengan invoice Invoice komersial
Jumlah packages Total kemasan luar Jumlah packages pada berita muat
Jumlah Jumlah dalam unit bagian dalam, beserta satuannya Jumlah pada invoice komersial
Berat kotor (G.W.) Berat total termasuk kemasan, satuan KGS Berat kotor pada berita muat
Berat bersih (N.W.) Berat bersih tidak termasuk kemasan Harus logis dan konsisten dengan berat kotor
Volume (CBM) Volume total, tiga angka di belakang koma Volume pada berita muat

2. Berat kotor, berat bersih, dan volume: angkanya harus logis

Berat bersih harus lebih kecil dari berat kotor, dan selisihnya harus masuk akal. Daftar pengemasan dengan berat bersih sama dengan berat kotor jelas salah isi; selisih yang terlalu besar, misalnya kemasan mencapai tiga puluh persen, juga harus bisa dijelaskan.

Bila satu shipment berisi beberapa spesifikasi, berat dan volume ditulis per baris, lalu dijumlahkan sebagai subtotal di akhir.

Hanya menulis satu total tanpa rincian per baris berarti, bila shipment diperiksa, semua angka harus dihitung ulang di lokasi.

Tulis volume dalam meter kubik (CBM) dengan tiga angka di belakang koma, dan konsisten dari awal sampai akhir. Jangan menulis CBM di satu kolom dan meter kubik di kolom lain secara campur.

Untuk LCL, keakuratan volume adalah yang paling penting: volume adalah dasar perhitungan LCL. Terlalu kecil harus melunasi kekurangan; terlalu besar berarti Anda membayar ruang yang tidak pernah dipakai.

Perbandingan berat dan volume adalah pemeriksaan sederhana. Kepadatan yang jelas tidak masuk akal akan langsung menimbulkan pertanyaan.

3. Menyelaraskan nomor kontainer dan shipping mark

Tulis nomor kontainer sebagai rentang, misalnya 1–40 CTNS, dan konsisten dengan foto kemasan luar. Nomor kontainer terakhir dan jumlah keseluruhan tidak boleh saling bertentangan.

Singkatan nama barang, tujuan, dan rentang kontainer di dalam shipping mark harus memakai penulisan yang sama dengan berita muat dan invoice. Keselarasan tiga dokumen dimulai dari shipping mark.

Pada muatan campuran, baik satu kontainer memuat beberapa shipment maupun satu shipment memuat beberapa spesifikasi, Anda wajib menandai berdasarkan nomor kontainer kontainer mana isi apa, jika tidak tidak ada cara untuk mencocokkannya saat kontainer dibuka untuk pemeriksaan.

Untuk aturan lengkap penulisan shipping mark agar konsisten antara berita muat dan daftar pengemasan, lihat

persyaratan impor dan daftar dokumen.

4. Masalah umum daftar pengemasan dan cara memperbaikinya

Gejala Mengapa dikembalikan Cara memperbaiki
Jumlah packages tidak sama dengan berita muat Kedua dokumen itu satu paket, sehingga angkanya harus berasal dari sumber yang sama Ikuti hasil pemuatan sebenarnya, dan koreksi berita muat serta daftar pengemasan secara bersamaan
Hanya ada total kontainer, tanpa rentang nomor Tidak bisa dicocokkan dengan barang fisik, dan tidak bisa dilokasikan saat pemeriksaan Tambahkan rentang nomor kontainer, lalu cocokkan dengan foto kemasan luar
Berat bersih sama dengan atau lebih besar dari berat kotor Itu adalah kesalahan logika Timbang ulang, atau periksa apakah berat kemasan tidak ikut dihitung
Satuan volume dicampur Dasar perhitungannya tidak seragam Seragamkan ke CBM dengan tiga angka di belakang koma
Satuan jumlah berbeda dari invoice, misalnya karton, pcs, atau set Penentuan harga dan perpajakan menjadi ambigu Seragamkan ke satuan terkecil yang dapat dihitung, dan jelaskan hubungan kemasannya
Nama barang dengan tingkat detail berbeda dari invoice Dasar klasifikasinya tidak sama Gunakan versi yang bisa diklasifikasikan, lalu samakan kedua dokumen

5. Kapan perlu pemeriksaan ulang di lokasi

Sebelum kontainer disegel adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki dengan biaya rendah. Jumlah packages, nomor kontainer, dan berat kotor masih ada di tangan Anda, sehingga koreksi hanya soal dokumen.

Begitu kontainer dibuka untuk pemeriksaan, daftar pengemasan menjadi lembar acuan untuk hitung ulang di lokasi. Bila angkanya tidak cocok, akibat ringan adalah penjelasan tambahan, dan yang berat adalah siklus pemrosesan seluruh shipment menjadi molor.

Untuk muatan campuran, barang rapuh, barang lebih berat, dan barang berukuran melebihi dimensi, simpan foto atau video proses pengemasan saat pemuatan, sebagai bukti pendukung untuk jumlah dan kondisi barang.

Untuk gambaran lengkap tentang waktu clearance dan pengalihan jalur, lihat

alur clearance dan pengalihan jalur.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan daftar pengemasan dan invoice komersial?

Invoice menjelaskan berapa nilai barangnya, sedangkan daftar pengemasan menjelaskan barangnya ada di mana, jumlahnya berapa, dan beratnya berapa. Kedua dokumen menjawab pertanyaan yang berbeda, tetapi angkanya harus saling mengonfirmasi: jumlah dan nilai pada invoice harus cocok dengan jumlah packages dan berat pada daftar pengemasan. Jika salah satu berubah, yang lain harus ikut diperbarui.

Apa perbedaan jumlah kontainer dan jumlah packages?

Jumlah kontainer adalah jumlah kemasan luar, misalnya 40 CTNS, sedangkan jumlah packages adalah jumlah unit di dalamnya, misalnya 480 PCS. Kedua kolom dibutuhkan dan keduanya harus dapat dikonversi: berapa unit per kontainer harus bisa diturunkan. Bila hanya satu angka yang ditulis, saat pemeriksaan tidak ada cara melokasikan kontainer tertentu.

Apakah berat pada daftar pengemasan harus presisi?

Angkanya harus sesuai dengan hasil pengemasan sebenarnya, dengan presisi yang masuk akal. Berat bersih harus lebih kecil dari berat kotor dan selisihnya masuk akal, serta jumlah subtotal per baris dalam satu shipment harus sama dengan totalnya. Kepadatan yang jelas tidak realistis akan langsung menimbulkan pertanyaan. Tidak perlu mengejar gram terakhir, tetapi angkanya tidak boleh saling bertentangan.

Bagaimana cara menghitung volume untuk LCL?

Gunakan volume yang benar-benar menempati kemasan luar, dalam meter kubik dengan tiga angka di belakang koma. Volume adalah dasar perhitungan LCL, sehingga terlalu kecil berarti membayar kekurangan nanti, dan terlalu besar berarti membayar ruang yang tidak pernah dipakai. Ukur setelah pengemasan atau hitung dari dimensi luar kemasan, jangan menaksir berdasarkan pengalaman.

Apakah kolom shipping mark pada daftar pengemasan boleh dikosongkan?

Tidak disarankan. Shipping mark adalah hubungan antara daftar pengemasan, barang fisik, dan berita muat, dan kolom yang kosong memutus hubungan itu. Minimal tuliskan mark utama, rentang nomor kontainer, dan penanda tujuan, serta konsisten dengan foto kemasan luar.

Bagaimana cara membuat daftar pengemasan bila satu shipment memiliki beberapa spesifikasi?

Tulis jumlah packages, jumlah, berat kotor, berat bersih, dan volume per baris untuk setiap spesifikasi, lalu tambahkan subtotal dan total. Pada muatan campuran, tandai juga berdasarkan nomor kontainer kontainer mana berisi spesifikasi mana, sehingga setiap kontainer dapat dicocokkan saat kontainer dibuka untuk pemeriksaan.

Apakah daftar pengemasan perlu distempel?

Itu bergantung pada apa yang diminta clearance broker menurut praktik penerimaannya saat ini, dan bisa berbeda dari satu skenario ke skenario lain. Ikuti instruksi clearance broker secara eksplisit: stempel bila stempel diperlukan, tanda tangan bila tanda tangan diperlukan, dan jangan menyimpulkan bahwa karena shipment lalu tidak perlu, maka shipment ini juga perlu.

Bila daftar pengemasan dikoreksi, apakah dokumen lain harus ikut dikoreksi?

Ya, setiap kali perubahan menyentuh jumlah packages, berat, volume, atau nama barang, karena kolom tersebut sama dengan berita muat atau invoice. Tiga dokumen itu satu paket. Mengubah satu tanpa mengubah yang lain berarti sengaja membuat ketidaksesuaian, dan Anda akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjelaskannya setelah barang tiba.

Sumber data

Halaman ini adalah kumpulan aturan kerja umum untuk referensi saja. Bukan merupakan komitmen bea cukai, hukum, maupun harga.

Persyaratan kolom dan praktik deklarasi berubah seiring regulasi dan praktik. Sebelum deklarasi sebenarnya, clearance broker atau PPJK harus memeriksa ulang setiap shipment terhadap aturan terkini di INSW dan CEISA 4.0, dan hasil penerimaan resmi yang berlaku.

Saluran verifikasi resmi: bea cukai Indonesia (beacukai.go.id), National Single Window (insw.go.id), dan China International Trade Single Window (singlewindow.cn).

Tanya satu shipment via WhatsApp

Perhitungan harga clearance dan kirim Cek kode HS dan ketentuan regulasi