Ringkasan
- API memutuskan tarif PPh 22 Anda. Dengan API tarifnya 2,5 persen; tanpa API 7,5 persen, dan selisihnya berlipat pada nilai besar.
- Dua jenis, dua tujuan. API-U untuk perdagangan umum; API-P untuk bahan yang dipakai produksi sendiri.
- Prasyaratnya berurutan. NPWP dan NIB beres dulu; API diajukan di atas data yang sudah konsisten.
1. Apa itu API dan kenapa penting
API adalah Angka Pengenal Impor, izin yang membuat badan usaha dapat mengimpor atas namanya sendiri. Selain menjadi identitas di berkas kepabeanan, keberadaan API menentukan tarif PPh 22 impor yang dipungut: inilah alasan mengapa urusan izin ini seringkali pulangnya ke hitungan uang.
2. Dua jenis API dan perbedaannya
| Jenis | Untuk siapa | Ciri penting |
|---|---|---|
| API-U (umum) | Perusahaan yang mengimpor untuk diperdagangkan | Barang impor boleh dijual kembali apa adanya |
| API-P (produsen) | Perusahaan yang mengimpor bahan untuk produksi sendiri | Terikat pada kegiatan produksi perusahaan |
| Belum punya keduanya | Pembeli yang memakai skema izin pihak lain | PIB atas nama pemilik izin; PPh 22 tarif 7,5 persen |
Cara memilih: bila barang impor Anda dijual kembali, arahnya API-U; bila barangnya jadi bahan produksi di pabrik Anda sendiri, arahnya API-P. Memilih jenis yang tidak sesuai kegiatan bisnis membuat izin ada tetapi tidak bisa dipakai dengan nyaman.
3. Syarat umum pengajuan
| Persyaratan | Keterangan |
|---|---|
| NIB aktif | Legalitas usaha terbit lewat OSS dengan lingkup yang sesuai |
| NPWP korporasi | 16 digit, konsisten dengan akta dan NIB |
| Dokumen dasar perusahaan | Akta dan pengesahan badan hukum yang berlaku |
| Kesesuaian lingkup usaha | Kegiatan impor tercakup pada lingkup yang dipilih |
4. Kenapa API memutuskan tarif PPh 22
- Tarif PPh 22 impor dengan API dan NPWP 16 digit adalah 2,5 persen dari dasar penghitungan.
- Tanpa API, tarifnya 7,5 persen dari dasar yang sama.
- Tanpa NPWP, tarifnya ditambah 100 persen, artinya menjadi dua kali lipat.
- Dasar penghitungannya adalah CIF ditambah bea masuk.
Contoh hitung (angka hipotetis): Nilai pabean CIF Rp500.000.000 ditambah bea masuk Rp25.000.000, jadi dasar Rp525.000.000. Dengan API dan NPWP: 2,5 persen = Rp13.125.000. Tanpa API: 7,5 persen = Rp39.375.000. Selisih Rp26.250.000 pada satu pengiriman; kalau Anda mengirim enam kali setahun, selisihnya mendekati Rp157.500.000. Itulah harga diam-diam dari izin yang belum beres.
5. Alur setelah API terbit
- API yang terbit masih perlu aktif di sisi kepabeanan sebelum dipakai pada PIB; lihat aktivasi API.
- Setelah aktif, skema impor reguler bisa berjalan: PIB dan bukti pajak terbit atas nama perusahaan Anda.
- Pajak yang dibayar dan dokumennya diarsipkan untuk pembukuan; ringkasannya di PPh 22 impor.
- Barang tertentu tetap butuh izin tambahan sesuai lartas; API tidak menghapus persyaratan barang.
6. Kesalahan yang paling sering terjadi
- Mengira NIB sudah cukup; tanpa API, setiap pengiriman kena tarif 7,5 persen.
- Memilih jenis API yang tidak sesuai dengan kegiatan bisnis sehari-hari.
- Data tidak konsisten dengan NIB dan NPWP, sehingga pengajuan bolak-balik.
- API terbit tapi tidak diaktifkan; sistem kepabeanan tetap membaca Anda sebagai tanpa API.
Halaman terkait
Halaman ini disusun dari praktik lapangan impor Indonesia dan aturan terbuka, dan hanya untuk referensi bisnis—bukan merupakan nasihat hukum, kepabeanan, atau biaya. Ketentuan kepabeanan, tarif, dan persyaratan izin terus berubah, sehingga yang berlaku adalah peraturan terbaru serta hasil pemeriksaan resmi. Wuhan Freedom International Logistics Co., Ltd. · PPJK berlisensi di Indonesia · Jakarta / Semarang / Wuhan.