Ringkasan
- Storage adalah biaya menitipkan barang di TPS. Ia dibayar ke terminal, dihitung per hari setelah masa bebas berakhir.
- Demurrage dan detention adalah uang yang berbeda. Keduanya dibayar ke pelayaran atas penggunaan kontainernya, bukan atas tempat menitipkan barang.
- Semua angka di sini ilustrasi struktur. Masa bebas dan tarif harian aktual mengikuti terminal dan penawaran periode berjalan.
1. Tiga biaya yang sering disalahartikan
| Biaya | Dibayar kepada | Atas dasar apa |
|---|---|---|
| Storage | TPS terminal | Penyimpanan barang melewati masa bebas |
| Demurrage | Pelayaran | Kontainer masih dipakai di dalam TPS |
| Detention | Pelayaran | Kontainer sudah keluar tetapi belum kembali |
Yang penting: ketiganya bisa berjalan bersamaan. Kontainer yang menunggu SPPB di TPS menghasilkan storage dan demurrage sekaligus; kontainer yang sudah keluar tapi belum kembali menghasilkan detention.
2. Cara storage dihitung
- Masa bebas dihitung sejak kontainer turun ke TPS; lamanya mengikuti ketentuan terminal masing-masing.
- Setelah masa bebas habis, biaya dihitung per hari per kontainer atau per kiriman sesuai ketentuan TPS.
- Bila proses berjalan lancar, storage sering nol; ia adalah biaya keterlambatan, bukan biaya rutin.
- Karena itu tanggal SPPB adalah variabel yang paling menentukan total biaya pengiriman Anda.
3. Contoh penghitungan (angka ilustrasi)
Hipotesis: kontainer 20ft, masa bebas 4 hari, keluar TPS pada hari ke-9. Angka hanya ilustrasi.
| Komponen ilustrasi | Angka hipotesis | Cara hitung |
|---|---|---|
| Hari di TPS | 9 hari | Dari kontainer turun sampai keluar |
| Masa bebas | 4 hari | Ketentuan terminal (ilustrasi) |
| Hari kena biaya | 5 hari | 9 - 4 |
| Storage (hipotesis Rp 200.000/hari) | Rp 1.000.000 | 5 x 200.000 |
| Demurrage (hipotesis Rp 350.000/hari) | Rp 1.750.000 | 5 x 350.000, pelayaran |
| Total ilustrasi | Rp 2.750.000 | Dua pihak, dua tagihan |
Cara baca: lima hari keterlambatan menghasilkan dua tagihan dari dua pihak berbeda. Angka aktual mengikuti terminal dan pelayaran Anda, tetapi strukturnya persis seperti ini.
4. Mengapa SPPB adalah kuncinya
| Penyebab keterlambatan | Yang bisa dipercepat | Efeknya |
|---|---|---|
| Dokumen menyusul di belakang | Susun berkas selama pelayaran | PIB siap di hari nol |
| Dana pajak belum cair | Alokasikan sejak pengapalan | Pembayaran tidak menunggu persetujuan |
| Jadwal pemeriksaan | Berkas lengkap sebelum jadwal | Pemeriksaan tidak berulang |
| Trucking belum terjadwal | Jadwalkan menjelang SPPB | Kontainer keluar di hari yang sama |
5. Untuk LCL: perhitungannya berbeda bentuk
- Pada LCL Anda tidak menyewa kontainer penuh, sehingga tidak ada demurrage atas nama Anda.
- Yang berlaku adalah storage atas kiriman Anda di gudang konsolidasi, dihitung dari volume atau beratnya.
- Masa bebannya biasanya lebih pendek, sehingga kelambatan beberapa hari langsung terasa.
- Ini alasan dokumen LCL harus lebih cepat lagi disiapkan dibanding FCL.
6. Cara menjaga storage tetap nol
- Kirim dokumen final ke PPJK segera setelah kapal berangkat, bukan menjelang tiba.
- Pastikan NPWP, NITKU, dan data perusahaan siap sejak sebelum pengapalan.
- Alokasikan dana bea masuk dan pajak sejak harga barang disepakati.
- Jadwalkan trucking sebelum SPPB terbit agar keluar kontainer tidak menunggu kendaraan.
Halaman terkait
Halaman ini disusun dari praktik lapangan impor Indonesia dan aturan terbuka, dan hanya untuk referensi bisnis—bukan merupakan nasihat hukum, kepabeanan, atau biaya. Ketentuan kepabeanan, tarif, dan persyaratan izin terus berubah, sehingga yang berlaku adalah peraturan terbaru serta hasil pemeriksaan resmi. Wuhan Freedom International Logistics Co., Ltd. · PPJK berlisensi di Indonesia · Jakarta / Semarang / Wuhan.