Ringkasan
- Booking mengunci dua hal: kapal dan biaya. Setelah booking, jadwal dan kutipan punya dasar yang bisa dipertanggungjawabkan.
- Data yang salah di booking menjalar ke semua dokumen. Nama, jumlah koli, dan berat di booking harus cocok dengan invoice dan packing list.
- Waktu paling aman adalah setelah barang siap dipastikan. Booking terlalu dini tanpa kepastian barang sama mahalnya dengan terlambat.
1. Alur booking dari awal sampai berangkat
| Tahap | Yang dilakukan | Siapa |
|---|---|---|
| 1. Permintaan kutipan | Kirim daftar barang, dimensi, berat, dan rute | Anda |
| 2. Pilih jadwal | Tentukan ETD dan ETA yang masuk akal | Anda bersama penyedia jasa |
| 3. Booking ke pelayaran | Pesan space dan kontainer | Penyedia jasa / forwarder |
| 4. Ambil kontainer kosong | Stuffing di gudang atau supplier | Penyedia jasa |
| 5. Kirim ke pelabuhan | Sebelum cut off barang | Penyedia jasa sisi China |
| 6. Dokumen | B/L draft dikonfirmasi sebelum cut off dokumen | Anda dan penyedia jasa |
| 7. Berangkat | ETD; berkas sisi Indonesia disiapkan selama pelayaran | Penyedia jasa |
2. Data yang harus disiapkan sejak permintaan kutipan
- Daftar barang: nama, jumlah, nilai per item, dan deskripsi yang bisa dijelaskan.
- Dimensi dan berat per koli: dasar hitung LCL, udara, dan pemilihan tipe kontainer.
- Alamat pickup dan tujuan: alamat supplier di China dan alamat pengiriman akhir di Indonesia.
- Incoterms dan kondisi barang: siapa yang menanggung apa, dan apakah ada barang yang butuh perlakuan khusus.
3. Berapa dini sebaiknya booking
| Kondisi | Waktu yang masuk akal | Alasannya |
|---|---|---|
| Barang siap di gudang | Seminggu-an sebelum ETD yang dituju | Space musim sibuk cepat penuh |
| Produksi masih berjalan | Booking mendekati kepastian barang | Booking dini tanpa barang menimbulkan biaya kosong |
| Musim puncak | Lebih dini dari biasanya | Space dan kontainer sering kurang |
| Kiriman LCL | Lebih fleksibel | Consolidator mengatur jadwalnya sendiri |
Catatan: booking dan pengajuan barang punya cut off berbeda; barang harus masuk pelabuhan sebelum cut off barang, sedangkan dokumen sebelum cut off dokumen. Dua tanggal ini harus dipegang bersama.
4. Contoh ilustrasi: biaya keterlambatan terhadap cut off
Hipotesis: kontainer 20ft ke rute China-Indonesia, ETD tertentu. Angka hanya ilustrasi mekanismenya.
| Skenario ilustrasi | Kejadian | Konsekuensi |
|---|---|---|
| Barang masuk sebelum cut off | Kontainer naik kapal sesuai jadwal | ETA terjaga; biaya sesuai rencana |
| Melewatkan cut off satu pekan | Kontainer pindah kapal berikutnya | ETA mundur; rencana jualan ikut mundur |
| Dokumen melewati cut off dokumen | B/L amandemen | Biaya amandemen; berkas sisi Indonesia tertunda |
Cara baca: biaya terbesar bukan tarif amandemen, melainkan pekan yang hilang: barang terlambat tiba, storage dan rencana pemasaran ikut bergeser.
5. Kesalahan booking yang paling sering terjadi
- Booking sebelum barang pasti. Kontainer kosong yang tidak terpakai dan rebooking berbiaya adalah akibat umumnya.
- Data koli yang tidak cocok dengan dokumen. Selisih berat atau jumlah di booking bermuara di amandemen dokumen.
- Menganggap semua kapal sama. Rute, transit, dan masa bebas terminalnya berbeda; pilih dari data, bukan dari tarif saja.
- Mengabaikan cut off dokumen. Barang naik kapal tetapi dokumen menyusul membuat berkas sisi Indonesia tidak bisa disiapkan selama pelayaran.
6. Cara kami menjalankan booking untuk Anda
- Kami memilih jadwal dari kombinasi ETD, transit, dan masa bebas di pelabuhan tujuan, bukan dari tarif semata.
- Konfirmasi B/L draft dilakukan sebelum cut off dokumen agar tidak ada amandemen.
- Selama pelayaran, berkas PIB disiapkan sehingga barang tiba dalam kondisi siap diberitahukan.
- Satu jadwal tercetak yang Anda pegang: tanggal pickup, cut off barang, cut off dokumen, ETD, dan ETA.
Halaman terkait
Halaman ini disusun dari praktik lapangan impor Indonesia dan aturan terbuka, dan hanya untuk referensi bisnis—bukan merupakan nasihat hukum, kepabeanan, atau biaya. Ketentuan kepabeanan, tarif, dan persyaratan izin terus berubah, sehingga yang berlaku adalah peraturan terbaru serta hasil pemeriksaan resmi. Wuhan Freedom International Logistics Co., Ltd. · PPJK berlisensi di Indonesia · Jakarta / Semarang / Wuhan.