Ringkasan
- Ongkir secara harfiah berarti biaya kirim. Ia mencakup perpindahan barang, bukan kewajiban yang timbul karena barang itu masuk ke Indonesia.
- Yang membuat total berbeda adalah biaya di sisi Indonesia. Bea masuk, PPN, PPh 22, jasa clearance, dan biaya pelabuhan tidak termasuk dalam ongkir.
- Karena itu penawaran harus dibandingkan pada titik yang sama, yaitu biaya sampai barang berada di tempat Anda, bukan pada angka ongkirnya.
1. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan ongkir
Dalam percakapan sehari-hari, ongkir dipakai untuk menanyakan biaya pengiriman. Masalahnya, setiap pihak mengisinya dengan cakupan yang berbeda. Ada yang memasukkan penjemputan di China, ada yang hanya menghitung pelayarannya, dan ada yang memakai kata itu untuk harga serba termasuk.
- Ongkir murni mencakup angkut dari titik asal ke titik tujuan, biasanya pelabuhan ke pelabuhan atau gudang ke gudang.
- Ongkir murni tidak mencakup bea masuk, PPN, PPh 22, jasa clearance, biaya pelabuhan, dan pengiriman ke alamat akhir.
- Sebagian penawaran memakai kata ongkir untuk paket lengkap. Itu tidak salah, tetapi tidak dapat dibandingkan dengan penawaran yang memakai kata yang sama untuk cakupan yang lebih sempit.
- Langkah pertama karena itu bukan menawar, melainkan menanyakan apa saja yang sudah termasuk dalam angka tersebut.
2. Rincian yang sering dianggap sudah termasuk ongkir
Tabel berikut memecah biaya impor menjadi komponennya. Kolom terakhir hanya menunjukkan urutan besarnya untuk memberi gambaran, bukan tarif. Porsi setiap komponen berubah menurut jenis barang, nilai, dan skema impor yang dipakai.
| Komponen | Termasuk ongkir | Urutan besarnya |
|---|---|---|
| Biaya angkut laut atau udara | Ya | Bagian utama dari ongkir itu sendiri |
| Bea masuk | Tidak | Bergantung tarif barang, dari nol sampai belasan persen |
| PPN | Tidak | Tarif 12% dengan dasar yang disesuaikan, efektif sekitar 11% |
| PPh 22 impor | Tidak | 2,5% dengan API, 7,5% tanpa API |
| Jasa clearance dan PPJK | Tidak | Satuan juta rupiah per pengiriman |
| Biaya pelabuhan dan penanganan | Tidak | Satuan juta rupiah per pengiriman |
| Pengiriman ke alamat Anda | Tidak | Bergantung jarak dan volume |
| Penyimpanan melewati masa bebas | Tidak | Per hari, dan bisa membesar dengan cepat |
Cara membaca tabel ini: dua importir dengan barang yang sama bisa punya total biaya berbeda jauh hanya karena satu memakai API dan yang lain tidak, atau karena satu menyiapkan berkas lebih awal sehingga tidak terkena biaya penyimpanan.
3. Dua penawaran yang terlihat jauh berbeda
Contoh berikut menjelaskan mengapa angka ongkir bisa menyesatkan. Semua angkanya ilustrasi agar bisa dihitung ulang, dan tarif sesungguhnya mengikuti jenis barang serta penawaran resmi pada saat pengiriman. Nilai barang dimisalkan memiliki CIF Rp 120 juta dengan bea masuk 10% sebagai ilustrasi.
- Penawaran A. Ongkir Rp 12 juta, hanya mencakup angkut. Bea masuk, PPN, PPh, clearance, dan biaya pelabuhan dibayar terpisah di belakang.
- Penawaran B. Satu harga Rp 38 sampai 44 juta, sudah mencakup angkut, bea masuk, pajak, dan clearance, dengan catatan memakai izin pihak lain.
- Sekilas A terlihat jauh lebih murah karena angkanya tiga kali lebih kecil. Perbandingan yang adil baru muncul setelah komponen di belakang A dijumlahkan.
- Hasilnya berbalik. Total A justru lebih besar, dan yang berubah bukan tarifnya, melainkan apa yang dihitung di dalamnya.
4. Perbandingan kedua penawaran secara utuh
Tabel ini menempatkan kedua penawaran pada titik yang sama, yaitu biaya sampai barang siap diambil. Angka pajaknya mengikuti ketentuan yang berlaku: PPN bertarif 12% dengan dasar pengenaan yang disesuaikan untuk barang non-mewah sehingga efektif sekitar 11%, dan PPh 22 sebesar 2,5% bila memakai API dengan NPWP 16 digit.
| Komponen | Penawaran A | Penawaran B |
|---|---|---|
| Angkut yang disebut ongkir | Rp 12 juta | Sudah termasuk |
| Bea masuk, ilustrasi 10% | Rp 12 juta | Sudah termasuk |
| PPN, efektif sekitar 11% | Rp 14,5 juta | Sudah termasuk |
| PPh 22, 2,5% dengan API | Rp 3,3 juta | Sudah termasuk |
| Clearance dan biaya pelabuhan | Rp 4,5 sampai 6,5 juta | Sudah termasuk |
| Total sampai siap diambil | Sekitar Rp 46 sampai 49 juta | Rp 38 sampai 44 juta |
| Dokumen pajak atas nama Anda | Ya | Umumnya tidak |
Kesimpulan dari tabel ini: penawaran dengan angka ongkir lebih kecil belum tentu lebih murah, dan penawaran yang totalnya lebih kecil belum tentu lebih menguntungkan, karena dokumen pajaknya dapat terbit atas nama pihak lain.
5. Cara membandingkan penawaran dengan benar
Cara paling aman adalah meminta semua pihak menyebut angka pada titik yang sama. Dengan begitu perbedaan yang tersisa benar-benar mencerminkan harga, bukan perbedaan cara menghitung. Empat langkah berikut cukup untuk sebagian besar situasi.
- Minta penawaran dinyatakan sebagai biaya sampai barang berada di tempat Anda, bukan sebagai tarif angkut per satuan.
- Minta pernyataan tertulis mengenai apa saja yang termasuk dan apa yang tidak, terutama untuk bea masuk, PPN, dan PPh.
- Tanyakan skema impornya, karena skema menentukan dokumen pajak terbit atas nama siapa dan apakah Anda bisa memanfaatkannya.
- Masukkan biaya waktu sebagai komponen, memakai dasar pada waktu pengiriman dan biaya jasa clearance.
6. Pajak yang paling sering dilupakan
Ketiga pungutan berikut dihitung dari nilai pabean, bukan dari harga barang saja. Nilai pabean disusun dari nilai transaksi ditambah unsur yang ditentukan, sehingga angkanya dapat berbeda dari nilai invoice. Ringkasan berikut memakai ketentuan yang berlaku, dan perhitungan rincinya ada di halaman tersendiri.
| Pungutan | Tarif yang berlaku | Catatan penting |
|---|---|---|
| PPN | 12%, efektif sekitar 11% | Dasar pengenaan disesuaikan menjadi 11/12 untuk barang non-mewah |
| PPh 22, punya API | 2,5% | Berlaku bila NPWP tercatat 16 digit |
| PPh 22, tanpa API | 7,5% | Selisih tiga kali dibanding pemilik API |
| PPh 22, tanpa NPWP | Ditambah 100% | Kewajiban menjadi jauh lebih besar |
| Dasar pengenaan | CIF ditambah bea masuk | CIF terdiri dari nilai barang, angkut, dan asuransi |
Perlu dicatat: perhitungan rinci beserta contoh angkanya ada di halaman hitungan bea masuk, PPN dan PPh. Semua angka pada halaman ini adalah ilustrasi struktur, dan angka yang mengikat hanya yang tertulis pada penawaran resmi.
7. Kapan ongkir boleh dibandingkan langsung
Membandingkan angka ongkir tetap berguna, tetapi hanya pada situasi yang sempit. Bila semua variabel lain sudah sama, perbedaan ongkir benar-benar mencerminkan perbedaan harga angkut. Di luar kondisi itu, perbandingan langsung cenderung menyesatkan.
- Boleh dibandingkan langsung bila jenis barang, skema impor, rute, dan titik serahnya identik, serta keduanya menyebut cakupan yang sama.
- Tidak boleh dibandingkan langsung bila satu penawaran sudah termasuk pajak dan yang lain belum, karena keduanya mengukur hal yang berbeda.
- Perhatikan satuan. Tarif per CBM dan tarif per kilogram tidak dapat diadu tanpa menghitung berat kena barang Anda terlebih dahulu.
- Bila angkanya sudah setara, lanjutkan dengan memeriksa biaya clearance dan tarif LCL atau FCL, karena di situlah selisih biasanya muncul.
Halaman terkait
Catatan khusus halaman ini: Semua angka pada halaman ini adalah ilustrasi struktur biaya, bukan tarif. Angka yang mengikat hanya yang tertulis pada penawaran resmi dan mengikuti ketentuan yang berlaku saat pengiriman.
Halaman ini disusun dari praktik lapangan impor Indonesia dan aturan terbuka, dan hanya untuk referensi bisnis—bukan merupakan nasihat hukum, kepabeanan, atau biaya. Ketentuan kepabeanan, tarif, dan persyaratan izin terus berubah, sehingga yang berlaku adalah peraturan terbaru serta hasil pemeriksaan resmi. Wuhan Freedom International Logistics Co., Ltd. · PPJK berlisensi di Indonesia · Jakarta / Semarang / Wuhan.